Sikap Bos yang Menyebalkan? Hadapi dengan Cara Ini!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Pernah punya atasan yang egois dan menyebalkan?

Tentu saja, semua karyawan menginginkan atasannya adalah seorang yang baik dan bijaksana.

Artinya seorang bos yang mau mendengarkan keluh kesah setiap karyawannya, mulai dari perihal pekerjaan sampai pada urusan gaji.

Namun pada kenyataanya, ada saja atasan yang masih semena-mena dan parahnya lagi selalu menyalahkan bawahan dalam setiap tindakan pekerjaan yang dilakukan karyawan.

Sangat menyebalkan.

Jika kejadian seperti ini menimpa Anda, maka jangan panik dalam menghadapinya.

Bos dengan prilaku menjengkelkan seperti ini jangan sekali-kali dihadapi dengan cara-cara kasar apalagi sampai pada tindak di luar peraturan undang-undang.

Ini malah akan sangat berbahaya buat diri Anda.

Bukannya perbaikan yang didapatkan nanti, malah urusan yang akan mecelakakan diri sendiri bisa saja terjadi.

Karenanya, untuk menghadapi bos yang egois dan keras, coba lakukan cara-cara seperti berikut ini:

Cara Menghadapi Atasan yang Egois dan Cerewet

1. Introspeksi diri

Ini langkah pertama Anda dalam menghadapi prilaku buruk atasan Anda.

Dengan cara instrospeksi inilah Anda akan lebih tahu tentang permasalahan sebenarnya.

Coba periksa prilaku Anda sendiri, evaluasi kembali kinerja Anda dan sejauh mana loyalitas Anda terhadap perusahaan. Apakah Anda telah melakukan sesuatu yang salah?

Bisa saja, sikap egois dan bawel atasan Anda hanya akibat dari prilaku Anda yang salah sehingga bos Anda tidak menyukainya.

2. Tetap ikuti aturan perusahaan

Semarah dan sebenci apapun Anda terhadap bos atau atasan Anda, tetaplah ikut aturan perusahaan.

Jangan pernah karena benci, lantas Anda bersikap cuek dan tidak peduli lagi dengan aturan-aturan perusahaan yang berlaku.

Misalnya dengan datang terlambat, membuang-buang waktu kerja bahkan hingga merusak aset perusahaan.

Anda punya tanggung jawab sebagai karyawan, ingat itu!

Hal demikian justru akan membuat bos Anda lebih punya alasan untuk selalu memarahi dan menyalahkan dalam setiap tindakan Anda.

Fokus saja pada pekerjaan dan tugas Anda. Lakukan sebaik mungkin setiap tugas yang diberikan atasan Anda.

Dengan cara ini, jika satu saat Anda ingin menyampaikan keluh kesah Anda pada atasan, maka tidak ada satu alasan pun yang bisa memojokan Anda di mata bos.

3. Minta saran teman

Tidak ada salahnya jika Anda meminta saran seorang teman atas keresahan hati dari sikap menjengkelkan atasan Anda.

Paling tidak, dengan Anda menceritakan kekecewaan tersebut akan mengurangi amarah dan emosi Anda terhadap sikap egois dari bos Anda.

Biasanya Anda akan lebih berpikir secara baik dalam menemukan solusinya.

4. Coba ajak atasan Anda berbicara secara baik

Dulu saat saya menjadi karyawan, saya paling tidak bisa menahan rasa kesal hingga berlarut-larut.

Hal ini juga berlaku pada atasan saya.

Ketika ada hal yang dirasa tidak mengenakan dari sikap bos saya waktu itu, setelah beberapa saat menenangkan diri maka saya akan langsung minta izin ketemu untuk bicara.

Kebetulan setiap hari saya selalu bisa langsung berkomunikasi dengan bos tentang masalah pekerjaan. Jadi pas ada hal yang membebani pikiran saya dari sikapnya, saya pun ingin membicarakannya sesegera mungkin.

Usahakan pilih waktu yang tepat saat ingin berbicara langsung dengan atasan.

Jika perusahaan Anda adalah sebuah perusahaan besar, yang mungkin sangat sulit untuk bisa langsung bicara dengan bos Anda, ada baiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan personalia atau manager yang membawahi Anda.

Utarakan semua keluh kesah Anda.

Dan bilang pada atasan Anda bahwa hal ini sangat mengganggu pikiran sekaligus kinerja Anda.

Biasanya, personalia akan membantu Anda menyelesaikan masalah tersebut secara persuasif. Apa yang Anda bicarakan tentu saja akan disampaikannya pada bos besar dengan caranya sendiri.

Jika dengan cara ini tidak bisa menyelesaikan permasalahan, Anda berhak mengadukan atasan Anda kepada serikat pekerja yang ada di perusahaan.

5. Adukan ke Serikat Pekerja

Cara ini termasuk cara keras menurut saya.

Pada umumnya, jika permasalahan di perusahaan sudah melibatkan serikat pekerja, sering kali akan timbul konflik antara karyawan dengan pihak perusahaan.

Itupun jika perusahaan tidak bisa diajak berdiskusi.

Padahal, gunanya serikat pekerja dalam perusahaan diharapkan bisa menjadi mediator antara karyawan dengan perusahaan. Namun yang sering terjadi adalah adanya konflik berkepanjangan kala tidak adanya titik temu dari kedua belah pihak.

Nah sebaiknya masalah yang kini Anda hadapi segera konsultasikan dengan serikat pekerja, sampaikan masalah Anda. Informasikan juga bahwa Anda sudah menempuh sejumlah cara namun tidak ada satu pun yang menyelesaikan masalah Anda dengan atasan.

6. Mencari info lowongan pekerjaan

Keadaan atau suasana kerja yang tidak membuat nyaman karena sikap atasan yang egois sering kali membawa pikiran karyawan menjadi galau.

Keinginan Anda untuk mengakhiri bekerja pada perusahaan tersebut sesekali timbul.

Itu sangat wajar.

Alangkah baiknya sebelum Anda mengundurkan diri dari perusahaan, coba cari terlebih dahulu informasi tentang lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian Anda.

Anda bisa mencari lowongan pekerjaan di media cetak, seperti surat kabar dan media online di internet.

Atau,

Coba cek situs lowongan kerja di bawah ini:

7. Coba usaha sampingan

Bosan dengan suasana kerja Anda yang terasa menyebalkan karena ulah atasan yang egois, tidak ada salahnya jika Anda mengalihkan rasa kesal tersebut dengan mencari usaha sampingan untuk karyawan.

Usaha ini bisa Anda lakukan di rumah sepulang kerja. Mungkin Anda bisa merekrut partner kerja atau karyawan untuk membantu Anda.

Langkah ini bisa mengobati kekesalan Anda terhadap atasan di kantor dengan melakukan kegiatan positif.

Dengan adanya kesibukkan lain, diharapkan bisa melupakan beban perasaan di kantor sehingga tidak terbawa larut sampai di rumah.

Bukan cuma itu, usaha sampingan ini tentu saja bisa menambah pemasukan uang selain gaji Anda di kantor. Saya pikir dengan cara ini, maka Anda tidak terlalu stress memikirkan atasan Anda yang cerewet lagi 😀

8. Mengundurkan diri

Ini cara terakhir menghadapi atasan egois dan semena-mena.

Mengundurkan diri.

Jika dari banyak cara tidak bisa menyelasaikan masalah dengan atasan Anda, maka pilihannya adalah Anda resign dari perusahaan.

Apalagi mungkin Anda telah mempunyai peluang usaha lain atau lowongan kerja di tempat lain.

Itu jauh lebih baik.

Kerja ditempat lain tentu saja mempunyai harapan baru tentang seorang atasan yang lebih baik dari sebelumnya.

Sampaikan alasan yang tepat terkait pengunduran diri Anda, dan selesaikan semua pekerjaan yang masih menjadi tanggung jawab Anda pada tahap pengunduran diri tersebut.

Menghadapi atasan yang egois dan semena-mena memang sangat menguras energi.

Gunakan selalu cara-cara yang baik dalam menyikapi dan menghadapinya. Karena dengan langkah yang salah, maka Anda sebagai karyawan akan lebih dirugikan.

Langkah cerdas dan persuasif akan lebih bermanfaat jika dilakukan.

Semoga bermanfaat.

Share.

About Author

Hanya seorang penikmat senja.

1 Comment

Leave A Reply