Inilah Tips Sebelum Anda Memutuskan Tinggal di Desa

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

KULIPENA – Anda punya rencana untuk memutuskan tinggal di desa? pertanyaan itu sering menghantui para perantau yang sekarang berjibaku mencari nafkah di kota-kota besar di Indonesia terutama di Ibu Kota Jakarta. Suasana kota yang semakin padat dan jauh dari kata nyaman membuat sebagian orang yang berasal dari desa ingin rasanya kembali. Terbayang dibenak kita  akan suasana desa yang asri, nyaman, sejuk dan damai serta dengan berbagai kearifan lokalnya yang masih kental, ingin rasanya cepat-cepat pulang ke desa atau kampung halaman.

Tetapi semua itu tentunya tidak semudah membalikan telapak tangan, banyak faktor lain yang mempengaruhi dan harus dipersiapkan kalau kita benar-benar ingin tinggal di desa. Mulai dari sumber penghidupan atau mata pencaharian yang masih terbatas dan semua fasilitas yang tentunya  masih sangat jauh perbedaanya bila dibanding dengan kota-kota besar tujuan para perantau atau pencari kerja.

Lapangan pekerjaan yang masih minim menjadi alasan utama para pemuda atau perantau selepas lulus sekolah untuk memutuskan pergi ke kota meskipun belum tentu jaminan kebahagiaan akan datang dengan cepat. Daya tarik kota memang sudah menjadi magnet tersendiri bagi para pemuda desa untuk mencoba mengadu nasib di kota dengan harapan dapat kemudahan mencari nafkah dan bisa pulang kampung dengan gagah bahwa kita telah sukses di kota.

Kenyataan seperti itu hanya sebagian kecil alasan orang tidak mau tinggal di desa karena masih banyak masalah lainnya yang membuat desa ditinggalkan para pemudanya. Peran pemerintah dalam mengatasi arus urbanisasi memang kerap dilakukan dengan berbagai program yang disodorkan ke desa-desa, namun hasilnya masih minim dan belum bisa menjadi suatu terobosan yang menjanjikan.

Ada beberapa hal yang mesti kita persiapkan apabila sudah bulat ingin tinggal di desa dan tentunya ini adalah sebagian kecil saja dari pengalaman yang kebanyakan orang jalani. Lalu apa saja persiapan atau tips yang harus kita ketahui kalau sudah memutuskan ingin tinggal di desa? ikuti beberapa langkah ini :

1. Persiapan Mental

Hal yang paling utama dalam mengambil keputusan dan harus dipersiapkan adalah MENTAL kita. Karena apapun rencana yang kita buat tanpa diikuti kesiapan mental yang bagus biasanya akan membuat kita lemah dalam menghadapi suatu persoalan atau tangtangan. Makanya kesiapan mental adalah nomor satu. Kita harus siap dan membayangkan apapun yang akan terjadi atau kesulitan apapun yang akan kita hadapi kalau mental kita sudah siap setidaknya kita tidak akan mengalami tekanan mental yang begitu kuat.

Intinya dengan mental yang kuat maka jiwa dan pikiran kita akan mengikuti dan lebih siap dalam mencoba kehidupan yang baru dengan situasi dan suasana yang baru dalam hal ini tentunya keadaan di desa yang jauh berbeda bila dibanding di kota.

2. Pelajari Karakter Daerahnya

Proses selanjutnya yang harus kita tahu adalah mempelajari atau mencari tahu lebih banyak tentang daerah yang akan kita tinggalin nantinya. Meskipun kita berasal dari desa yang sama namun terkadang seiring perkembangan dan kemajuan yang ada kita tidak tahu lagi seperti apa karakter penduduknya saat ini, apalagi kita yang sudah lama atau bertahun-tahun tidak pernah pulang ke desa.

Jangan merasa kita orang kota dan merendahkan orang desa karena itu hanya akan membuat kita sulit atau dikucilkan nantinya. Karakter orang di pedesaan yang masih kuat kegotongroyongannya akan lebih mudah menyebarkan berita tenta kita sebagai pendatang apakah baik dimata mereka atau sebaliknya. Menjaga sikap dan tidak membuat orang tersinggung akan membuat hidup kita lebih mudah di desa.

Yang sering lupa dengan kebiasaan dikota dan dibawa kedesa juga akan mempengaruhi penilaian orang terhadap kita dan keluarga, semisal cara bicara, cara berpakaian dan kebiasaan lainnya yang menjadi ikon orang kota tentunya harus lebih selektif kita perlihatkan kepada mereka, karena belum tentu baik menurut kita baik juga menurut mereka yang ada di desa. Penyesuaian pola kehidpun dari kota ke desa memang tidak bisa instan atau cepat namun dengan berbekal kesiapan mental dan tahu lebih banyak karakter penduduk di desa yang akan kita tinggali tentunya tidak akan membuat kita kesulitan.

3. Persiapkan Sumber Penghasilan

Tinggal di desa memang terbayang lebih nyaman, tenang dan murah kalau dibandingkan dengan kehidupan kota yang tingkat kompetisinya lebih kuat bahkan ada yang bilang kejam. Namun permasalahan yang akan timbul setelah beberapa lama kita tinggal di desa yakni sumber penghasilan yang akan terasa jauh dibanding di kota-kota besar.

Sebulan dua bulan mungkin kita masih bisa memanfaatkan tabungan yang ada namun celakanya kalau kita tidak punya tabungan yang cukup dan di desa justru nganggur nah itu yang bahaya dan bisa membuat kita lebih stres dibanding dikota. Ketidaktersediaan lapangan pekerjaan dan sulitnya mengembangkan usaha di desa akan menjadi tantangan tersendiri bagi kita yang terbiasa hidup dikota. Makanya disarankan sebelum anda memutuskan tinggal di desa harus mempersiapkan dengan matang darimana kita akan mendapatkan sumber penghasilan dan dengan cara bagaimana. Rusmuskan hal ini dengan matang dan jangan coba-coba kalau masih abu-abu tentang jenis usaha atau mata pencaharian di desa, sebaiknya anda jalankan dahulu kehidupan yang ada sekarang dikota kecuali sudah tidak ada pilihan lain.

Manfaatkan pengalaman dan mental kita saat berada dikota untuk bisa mengembangkan bakat atau bisnis yang mungkin masih baru di desa. Cobalah berdiskusi dengan para pemuda atau tokoh di desa tentang apa yang bisa anda lakukan bersama masyarakat lainnya. Atau ada jenis usaha yang bisa dijalankan dikota dengan mempercayakan kepada orang yang sudah anda kenal karakternya dan anda sesekali berkunjung ke kota untuk sekedar melihat dan sharing tentang usaha yang anda jalani.

4. Bergabung dengan Forum/Kelompok

Untuk lebih memudahkan anda berinteraksi dengan masyarakat lainnya coba cari tahu kalau ada forum atau kelompok masyarakat dan sesuai dengan pribadi anda tidak ada salahnya kalau ikut bergabung, misal forum kepemudaan atau kelompok usaha yang ada di desa. Apabila kita diterima coba pelajari dan kasih masukan yang positif sesuai dengan pengalaman dan ilmu yang anda punya dan hindari sifat menggurui supaya tidak ada yang tersinggung.

Manfaat bergabung dengan salah satu forum atau kelompok yang ada dimasyarakat tentunya akan menambah pertemanan dan memudahkan komunikasi yang lebih jauh dengan para pelaku yang ada didalamnya, dan apabila kita mempunyai usaha tentunya akan lebih cepat dikenal dan tidak  menutup kemungkinan kita bisa menjalin kerjasama dengan pihak-pihak lain yang sudah lebih dahulu berjalan atau maju di desa.

5. Salurkan Hoby

Agar kita tidak jenuh dalam menjalani kehidupan yang baru di desa tentunya kita bisa menyiasatinya dengan mengembangkan atau menualurkan Hoby. Misal kalau di kota kita suka bersepeda, nah tidak ada salahnya pas kita pulang ke desa juga bisa melakukan hal yang sama tentunya dengan view pedesaan yang indah dan menyehatkan.

Kalau hoby beternak atau bercocok tanam tentunya tidak akan sulit kalau kita tinggal di desa baik dalam sekala besar atau sekedar hoby yang bisa memanfaatka pekarangan rumah kita. Dengan akses internet yang sudah bisa terjangkau di desa-desa tentunya tidak akan membuat kita jenuh dalam menjalani kehidupan atau aktifitas sehari-hari.

6. Selalu Bersyukur

Semua yang kita dapatkan dan rasakan tentunya merupakan nikmat yang tidak terhingga yang diberikan Tuhan sama kita. Pandai-pandailah kita mensyukuri setiap apa yang kita dapat atau punya karena dengan banyak bersyukur niscaya nikmat yang kita rasakan akan selalu bertambah dan penuh dalam keberkahan. Jadi harus kita sadari tidak ada suatu perjuangan yang sia-sia kalau kita selalu ingat dan melibatkan Tuhan dalam setiap langkah dan rencana.

Itulah Tips bagi anda yang sudah bulat memutuskan ingin tinggal di desa, tulisan ini dibuat hanya sekedar pengingat dan tentunya segala sesuatunya kembali kediri kita masing-masing. Bahagia dan tidaknya kehidupan kita tergantung bagaimana menyikapi dan menjalankannya.

 

 

Share.

About Author

Leave A Reply