Bermanuver dengan Sepeda Motor Di Jalan Raya? Perhatikan 4 Hal Penting Ini

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

KULIPENA – Teknik mengendarai sepeda motor terlihat memang mudah, namun bagaimana sebenarnya cara mengendarai sepeda motor yang benar? Dan menurut beberapa penelitian juga mengatakan bahwa naik sepeda motor itu lebih berbahaya dibanding dengan berkendara dengan roda empat/mobil.

Dalam mengendarai sepeda motor banyak aspek yang harus diperhatiakan oleh sipengendara termasuk kemampuan mengontrol medan berikut kendaraan yang digunakan jika kita abai akan hal tersebut dipastikan akan fatal akibatnya.

Kita sendiri kadang kalau sudah diatas sepeda motor suka lupa akan hal tersebut, terlebih secara mental kita misalnya orang yang sedikit tidak bisa mengontrol emosi, wah itu lebih berbahaya baik bagi orang lain maupun diri sendiri. Untuk meminimalisir bahaya yang ditimbulkan saat mengendarai sepeda motor berikut ini ada beberapa tips berdasarkan dari pengalaman sendiri dan orang lain yang sudah share dengan kami :

Kenali Sepeda Motor Yang Akan Kita Gunakan

Sebelum berkendara dengan mengggunakan sepeda motor sejatinya kita harus lebih mengenal lebih jauh tentang kondisi sepeda motornya. Rasakan apa yang kurang dan apa yang harus kita sesuaikan dengan bentuk sepeda motor itu sendiri karena cara mengendarai motor matic tidak akan sama dengan sepeda motor manual apalagi kelas moge tentunya harus disesuaikan dengan sikap dan posisi riding si pengendaranya.

Perhatikan kelengkapan pendukung lainnya, seperti lampu-lampu dan kondisi rem depan sama belakang harus dalam kondisi ok. Lakukan penyesuaian dengan berjalan jarak pendek sambil mencoba semua fungsi elemen yang ada pada sepeda motor tersebut.

Perlengkapan Berkendara

Setelah merasa cukup mempersiapkan kendaraan sepeda motor yang akan kita gunakan lanjutkan dengan penggunaan perlengkapan yang menunjang standar berkendara dengan sepeda motor. Yang paling utama adalah pelindung kepala atau Helm (standar SNI), Rompi atau jaket,sarung tangan dan sepatu itu tidak boleh kita abaikan karena berkendara dengan sepeda motor badan kita langsung bersinggungan dengan keadaan sekitarnya alias tidak ada pelindung seperti kalau kita naik mobil ada body yang melindungi kita.

Kelengkapan dalam mengendarai sepeda motor selain bisa melindungi diri kita juga sebenarnya kalau kita rasakan akan meningkatkan rasa percaya diri dalam berkendara. Hal ini tentunya akan mempengaruhi sikap mental atau emosi kita saaat berkendara sehingga jadi lebih tenang dan tidak menimbulkan bahaya baik buat orang lain atau diri kita sendiri.

Bermanuver di Jalan Raya

Teknik bermanuver dijalan raya kadang dapat menimbulkan masalah bagi diri kita dan keselamatan orang lain kalau salah dalam melakukannya. Hal ini perlu kita perhatikan secara serius bila ingin melakukannya dengan aman.

Manuver biasanya dilakukan si pengendara apabila ingin menyalip, menikung atau sekedar pindah jalur.  Jika kegiatan bermanuver itu dilakukan asal dan ceroboh, akan berbahaya bagi keselamatan berlalu lintas tidak hanya bagi dirinya tetapi juga pemakai jalan lainnya. Akibat  kesalahan-kesalahan mendasar kerap menjadi awal petaka dan biasanya timbul karena kita tidak faham akibatnya keliru dalam mengantisipasi keadaan seperti hilang kontrol atau berakselarasi melebihi kondisi yang seharusnya.

Contohnya saja apabila kita ingin bermanuver dengan sepeda motor dijalan raya dan ingin berbelok ke tikungan arah kanan, badan kita juga harus condong kearah yang sama/arah yang dituju.  Sebelum menikung, pengendara juga harus mengamati jalanan tikungan berbentuk landai.  Amati area tikungan sebelum menikung, sesuaikan kecepatan sebelum mengubah arah, belokkan kendaraan secara perlahan dan lakukan penyesuaian kecepatan jangan berlebihan bisa-bisa sepeda motor anda melintir.

Jangan sekali-kali pengendara sepeda motor menyalip kendaraan lainnya di tikungan, tanjakan, turunan, dan ketika sudut pandangan terhalang/blank spot. Sebaiknya menyalip kendaraan lain di jalur lurus dengan pandangan mata tidak terhalang.

Apabila si pengendara ingin pindah jalur, seharusnya melihat kaca spion, nyalakan lampu sein, menoleh sekilas, pandangan kembali ke depan, dan menyeberang atau bergeser kemudian. Sering terjadi insiden dijalan raya kalau kita tidak memperhatikan hal-hal yang disebutkan tadi, tidak jarang si pengendara langsung pindah jalur padahal dibelakang ada kendaraan lain dengan jarak yang cukup rapat dan berkecepatan tinggi, sudah terbayang apa yang akan terjadi.

Manajemen Resiko

Melakukan perjalanan/riding dengan sepeda motor tentunya memiliki tingkatan resiko yang lebih tinggi. Untuk mengantisipasi hal tersebut tentunya si pengendara harus bisa menghitung atau membayangkan resiko terburuk. Keadaan ini tentunya bukan kita berharap celaka namun apabila sudah membayangkan dan tahu resiko yang kemungkinan terjadi kita akan lebih berhati-hati dan bersikap yang wajar dalam mengendarai sepeda motor termasuk cara memperlakukan sepeda motor saat kita tunggangi.

Sikap waspada dalam mengantisipasi semua kemungkinan yang akan terjadi tentunya akan menjauhkan kita dari resiko yang cukup fatal akibat kecelakaan. Misalnya disaat kita terjatuh dengan sepeda motor kita harus tetap berpikir tenang dan harus segera melepaskan tangan dari pegangan stang motor agar kita tidak terseret lebih jauh.

Yang paling pokok adalah kita harus tetap ingat sama Tuhan, sertakan setiap perjalan kita bahwa Tuhan akan selalu melindungi kita serta mulailah dengan doa disetiap pekerjaan kita termasuk saat mengendari sepeda motor.

 

Share.

About Author

Leave A Reply