Cara Aman Membeli Baju atau Pakaian Bekas Impor

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

KULIPENA – Mungkin karena merasa bosan dengan pakaian-pakaian baru, membeli pakaian bekas telah menjadi hal yang lumrah saat ini. Bahkan beberapa orang diantaranya mengaku ketagihan membeli baju atau celana bekas.

Ada beberapa istilah untuk pakaian bekas impor, misal di Makasiar namanya “cakar”, atau di Temangggung dan di Jawa lebih dikenal sebagai “awul-awul”.

Emang enggak malu beli pakaian bekas?

Lima atau beberapa tahun ke belakang, beli pakaian bekas mungkin rada-rada malu, terkesan gak keren, kampungan atau apalah.

Namun yang terjadi sekarang adalah ada begitu banyak orang yang terus berburu pakaian bekas dan bermerek. Salah satu contohnya yaitu seperti yang terjadi di Pasar Poncol Senen, Jakarta, setiap harinya.

Hal tersebut membuktikan bahwa belanja pakaian-pakaian bekas sudah tidak dianggap sebagai sesutu yang memalukan lagi saat ini.

Ada berbagai macam merek pakaian ternama seperti Nike, Adidas, Puma dan lain-lain dijual dengan harga murah (kisaran harga Rp 20.000 – Rp 150.000)

Bisa memperoleh pakaian merek terkenal dengan harga murah, itu menjadi salah satu alasan kenapa banyak orang tertarik untuk berburu pakaian bekas.

Tren busana memang tidak pernah ada surutnya. Satu jenis busana tenggelam, datang lagi model baru dan langsung diburu.

Bahkan berubah begitu cepat.

Kembalinya tren-tren klasik dan justru lebih diminati. Misalnya, dengan gaya 90-an yang kembali berjaya. Mulai dari dad shoes, hingga pakaian training dan atasan kebesaran.

Karena barang-barang tersebut termasuk langka, maka sangat sulit sekali untuk ditemukan dipasaran.

Hanaya ditempat-tempat penjual pakaian atau barang bekaslah justru lebih mungkin bisa ditemukan.

Nah jika Anda salah satu yang suka atau tertarik untuk membeli pakaian bekas, di bawah ini ada tips membeli pakaian bekas agar tidak tertipu dan aman saat digunakan.

Tips Membeli Pakaian Bekas Impor

Memang, membeli baju bekas tidak semudah membeli baju baru yang jika Anda suka dengan model dan cocok dengan ukuran, Anda hanya perlu ke kasir untuk membayarnya.

Bahkan yang lebih mengerikan, di luar sana ada banyak berita yang menyatakan bahwa pakaian bekas sering kali terindikasi bahaya karena adanya kuman atau bibit-bibit penyakit lainnya.

Beberapa orang juga menganggap toko pakaian bekas itu menjijikan dan jorok. Mungkin ada sebagian demikian, tapi saat ini sudah banyak juga yang jauh lebih bersih dan modern.

Jangan khawatir, jika Anda membaca tips membeli pakaian bekas berikut ini, maka semuanya akan baik-baik saja.

Yu simak tipsnya sebelum pergi belanja!

Datang langsung saat membeli

Dengan datang langsung ke toko atau outlet pakaian bekas, akan membuat Anda lebih yakin dengan yang dipilih. Baik dari ukuran, kualitas, merek atau dari hal kebersihannya.

Dari sisi ukuran, biasanya pakaian bekas impor mempunyai ukuran yang berbeda daripada ukuran di Indonesia pada umumnya.

Oleh karenanya, dengan Anda datang dan mencobanya langsung bisa menyesuaikan dengan ukuran tubuh Anda sehingga terhindar dari penyesalan di kemudian hari.

Teliti

Barang baru saja terkadang ada saja rusaknya atau ada rijeknya.

Nah dalam membeli pakaian bekas, ketelitian harus lebih ditingkatkan lagi.

Pasti Anda tidak menghendaki kalau pakaian yang Anda pilih ternyata cacat, bolong, sobek atau bahkan mungkin warnanya luntur.

Disinilah butuh ketelitian. Coba perhatikan lebih detail setiap baju, celana atau apapun pakaian bekas yang dipilih. Lakukan 2-3 kali pengecekan sampai Anda benar-benar yakin akan kualitasnya.

Minta ditemani saat belanja

Bersama teman, sodara atau siapapun akan lebih baik daripada Anda pergi sendiri berbelanja pakaian bekas.

Hal ini akan berguna sebagai teman diskusi atau saling mengingatkan ketika Anda menemukan pakaian yang diminati.

Tidak hanya itu, seorang teman mungkin bisa melihat pakaian atau item apa yang cocok untuk Anda, begitupun sebaliknya.

Selalu bertanya

Untuk mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginan kita, tentu saja itu tidak mudah. Bahkan sangat kecil kemungkinannya.

Namun jangan dulu menyerah. Dengan bertanya dan selalu bertanya kepada pemilik outlet atau toko, bukan tidak mungkin pakaian yang Anda inginkan ternyata memang ada.

Biasanya untuk jenis pakaian-pakain bekas tertentu, pemilik toko sengaja menyimpannya terpisah atau mungkin menyembunyikannya untuk sementara.

Hal itu sengaja dilakukan untuk mendapatkan pembeli yang betul-betul menginginkan barang tersebut. Sehingga pemilik toko dengan leluasa akan memberikan barang tadi dengan harga yang berbeda dari yang lainnya, lebih mahal.

Menawar

Pakaian-pakaian yang statusnya bekas memang rata-rata harganya sudah murah. Tapi, sebagai pembeli, Anda tentu tidak ingin menyerah dengan harga yang dipatok.

Berusahalah dengan elegan untuk menawar.

Tapi ingat, jangan menawar dengan harga yang tidak masuk akal (terlalu murah) karena itu akan membuat si penjual kesel dan bisa jadi malah tidak mau lagi menjual barangnya ke Anda.

Menawar dengan cara yang baik, itu bisa membuahkan hasil.

Beli satu atau dua saja

Jika ini adalah pengalaman pertama Anda dalam membeli pakaian bekas, maka jangan dulu terburu nafsu karena ingin memborong banyak barang sekaligus.

Untuk pertama kali, cukup satu atau dua barang saja yang Anda beli.

Kalau pada akhirnya nanti suka dan merasa cocok, toh Anda bisa kembali datang ke toko atau outletnya untuk membeli lagi pakaian-pakaian lainnya.

Jangan sampai setelah membeli banyak, justru Anda nyesel dan kecewa karena pakaian-pakaian bekas tadi tidak sesuai dengan Anda.

Dicoba dulu

Ukuran baju bekas impor sering kali berbeda dengan baju lokal pada umumnya, terlebih lagi baju-baju ini sudah pernah dipakai.

Maka cobalah pakaian atau baju bekas yang sudah Anda pilih sebelum membelinya.

Periksa pakaian secara menyeluruh

Sebelum meninggalkan toko, akan lebih baik bila Anda memeriksa ulang semua barang yang telah Anda beli.

Perhatikan secara menyeluruh dan pastikan pakaian-pakaia bekas yang telah dibeli tidak ada yang sobek, cacat ataupun bolong.

Hal itu bisa menghindari kekecewaan setelahnya.

Cuci pakaian sebelum Anda gunakan

Adanya kabar tentang benyaknya penyakit dari pakaian-pakaian bekas, itu sangat menyeramkan.

Nah demi kebaikan Anda, wajib bagi Anda untuk langsung mencuci pakaian bekas yang baru Anda beli saat ketika Anda sampai di rumah.

Jangan biarkan baju tersebut bercampur dengan baju bersih yang lainnya.

Selain bau, tentang bahaya kuman yang ada di baju bekas patut diwaspadai.

Mencuci pakaian bekas berbeda dengan baju baru, dan pastikan untuk mencucinya secara terpisah dengan yang lainnya agar kuman dan jamur tidak menyebar.

Ada baiknya jika sebelum dicuci menggunakan sabun, Anda harus merendamnya terlebih dahulu dengan air mendidih (100 derajat celcius). Diharapkan dengan cari itu bisa membunuh semua kuman dan penyakit yang ada.

Setelah merendamnya dalam air panas, barulah cuci pakaian-pakaian bekas tersebut dengan menggunakan sabun cuci yang mengandung antiseptik.

Lalu terakhir, tambahkan pewangi untuk membuat harum pakaian Anda.

Kesimpulan

Membeli pakaian bekas tentu bukan perbuatan dosa, karena itu juga Anda tidak perlu lagi merasa malu saat ingin membelinya.

Tidak cuma berkaitan dengan masalah keuangan, membeli pakaian bekas biasanya dilakukan oleh orang-orang yang menyukai gaya vintage.

Seperti yang kita ketahui, pakaian bergaya vintage yang masih baru biasanya dibanderol dengan harga yang cukup mahal, sementara membeli pakaian bekas pasti harganya jauh lebih murah.

Semua kembali pada Anda.

Jika Anda tetap tertarik untuk membelinya, pastikan tips membeli pakaian bekas impor di atas tadi sudah Anda pahami sebelumnya.

Semoga bermanfaat.

Share.

About Author

Hanya seorang penikmat senja.

Leave A Reply